Selasa, 22 September 2009

CARA KREATIF MENGENAL KEPRIBADIAN SESEORANG

Mengenal sifat seseorang yang belum kita kenal ternyata TIDAK sesulit yang kita bayangkan. Selama ini banyak cara dilakukan untuk mengetahui sifat seseorang. Baik itu lewat gaya bicara, pakaian yang dikenakan, warna atau makanan kesukaan, bentuk wajah, ataupun lewat zodiak, bahkan dengan cara yang canggih, seperti melalui MTD Workshop, Management & Organization Profiling, etc. Dibawah ini ada alternatif yang sama sekali lain dari yang lain ..?

Yaitu dengan cara mengamati sikap KENTUT seseorang. Ternyata cara kentut seseorang menunjukkan sifat-sifat dan keadaan orang tersebut.



Mari kita mencoba….
termasuk orang yang bagaimanakah kita…?????



1. ORANG YANG JUJUR

Orang yang mengaku kalau habis kentut.



2. ORANG YANG TIDAK JUJUR

Orang yang kalau kentut terus menuduh orang lain.



3. ORANG YANG SABAR

Orang yang menahan kentutnya sendiri.



4. ORANG YANG PD (Percaya Diri)

Orang yang kentutnya kenceng/keras tanpa rasa bersalah.



5. ORANG YANG KEJAM (Sadis)

Orang yang sesudah kentut lantas mengibas-ngibaskan sarungnya ke orang lain.



6. ORANG YANG SUKA MENTEROR (Teroris)

Orang yang kentutnya tak bersuara tapi baunya minta ampuuunnn…



7. ORANG YANG PEMALU

Orang kalau kentut tidak berbunyi, tapi merasa malu sendiri.



8. ORANG YANG STRATEGIS

Orang yang menyamarkan kentutnya dengan cara kentut sambil tertawa.



9. ORANG YANG BODOH

Orang yang sehabis kentut terus menarik nafas dalam-dalam untuk mengganti angin yang keluar.



10. ORANG YANG HEMAT

Orang yang mencadangkan kentutnya dikeluarkan sedikit-sedikit.



11. ORANG YANG PELIT

Orang yang senang mencium kentutnya sendiri.



12. ORANG YANG RAMAH

Orang yang suka mencium bau kentut orang lain.



13. ORANG YANG KREATIF

Orang yang suka kentut didalam air, biar bisa bunyi “ BLEKUTUK - BLEKUTUK”



14. ORANG YANG SOK KUAT

Orang yang kalau kentut sambil ngeden sekuat-kuatnya.



15. ORANG YANG SOK PINTAR

Orang yang bisa hafal bau kentut orang lain.



16. ORANG YANG SIAL

Orang yang merasa mau kentut, tapi ternyata yang keluar malah ……Ampasnya



OK…Sekarang tahukan! sifat ANDA seperti apa….???

Kepribadian


KEPRIBADIAN menurut Allport adalah:

…sebuah organisasi dinamis di dalam sistem psikis dan fisik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya.

Sedangkan menurut Pervin dan John:

kepribadian mewakili karakteristik individu yang terdiri dari pola-pola pikiran, perasaan dan perilaku yang konsisten.

Dalam teori-teori kepribadian, kepribadian terdiri dari antara lain trait dan tipe (type). Trait sendiri dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan konsistensi respon individu dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokan bermacam-macam trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat regularity dan generality yang lebih besar daripada trait.

Trait merupakan disposisi untuk berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi. Teori trait merupakan teori kepribadian yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu:

* Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain, sehingga:
o Trait relatif stabil dari waktu ke waktu
o Trait konsisten dari situasi ke situasi
* Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:
o ada proses adaptif
o adanya perbedaan kekuatan, dan
o kombinasi dari trait yang ada

Tingkat trait kepribadian dasar berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama periode dari usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah usia 30 tahun (Feist, 2006).

Teori trait dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck.

Allport mengenalkan istilah central trait, yaitu kumpulan kata-kata yang biasanya digunakan oleh orang untuk mendeskripsikan individu. Central trait dipercaya sebagai jendela menuju kepribadian seseorang. Menurut Allport, unit dasar dari kepribadian adalah trait yang keberadaannya bersumber pada sistem saraf. Allport percaya bahwa trait menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya) terhadap situasi-situasi yang berbeda. Walaupun demikian, dua orang yang memiliki trait yang sama tidak selalu menampilkan tindakan yang sama. Mereka dapat mengekspresikan trait mereka dengan cara yang berbeda. Perbedaan inilah yang membuat masing-masing individu menjadi pribadi yang unik. Oleh sebab itu Allport percaya bahwa individu hanya dapat dipahami secara parsial jika menggunakan tes-tes yang menggunakan norma kelompok.

Sama seperti Allport, Cattell juga percaya bahwa kata-kata yang digunakan seseorang untuk menggambarkan dirinya dan orang lain adalah petunjuk penting kepada struktur kepribadian. Perbedaan mendasar antara Allport dan Cattell adalah bahwa Cattell percaya kepribadian dapat digeneralisir. Yang harus dilakukan adalah dengan mencari trait dasar atau utama dari ribuan trait yang ada.

Menurut Allport, faktor genetik dan lingkungan sama-sama berpengaruh dalam menentukan perilaku manusia. Bukan hanya faktor keturunan sendiri atau faktor lingkungan sendiri yang menentukan bagaimana kepribadian terbentuk, melainkan melalui pengaruh resiprokal faktor keturunan dan lingkungan yang memunculkan karakteristik kepribadian.

Sehubungan dengan adanya peran genetik dalam pembentukan kepribadian, terdapat 4 pemahaman penting yang perlu diperhatikan:

1. Meskipun faktor genetik mempunyai peran penting terhadap perkembangan kepribadian, faktor non-genetik tetap mempunyai peranan bagi variasi
kepribadian
2. Meskipun faktor genetik merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi lingkungan, faktor non-genetik adalah faktor yang paling bertanggungjawab
akan perbedaan lingkungan pada orang-orang
3. Pengalaman-pengalaman dalam keluarga adalah hal yang penting meskipun lingkungan keluarga berbeda bagi setiap anak sehubungan dengan jenis
kelamin anak, urutan kelahiran, atau kejadian unik dalam kehidupan keluarga pada tiap anak.
4. Meski terdapat kontribusi genetik yang kuat terhadap trait kepribadian, tidak berarti bahwa trait itu tetap atau tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Sumber bacaan:

Cooper, C.L., & Payne, R. (1991). Personality and stress: Individual differences in the stress process. England: John Wiley & Sons Ltd.

Feist, J. & Feist, G. J. (2006). Theories of personality. (Ed. Ke-6). New York: McGraw-Hill Inc.

Hjelle, L.A., & Ziegler, D.J. (1992). Personality theories. Singapore: McGraw Hill Book.

McCrae, R.R., & Allik, J. (2002). The Five Factor Model of personality across cultures. New York: Kluwer Academic/ Plenum Publishers.

Pervin, L. A. (1993). Personality: theory and research. (Ed. ke-6). Canada: John Wiley & Sons.

Pervin, L. A. (1996). The Science of personality. USA: John Wiley & Sons

Linzey & Hall. (1993). Theories of personality. (4th ed). New York: John Wiley & Sons.